Untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa 2010
NGAWI-Bantuan keuangan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa 2010 disorot dewan.Anggaran yang dikucurkan Pemprov Jatim senilai Rp24,8miliar itu disinyalir diselewengkan.Ini setelah bantuan yang disalurkan ke pemerintahan desa itu tak sesuai dengan nominal terlampir dalam draf keputusan bupati.
''Beberapa kepala desa mengaku resah dengan kondisi ini,bantuan kok pengurangannya banyak sekali,''terang Budi Harjono,anggota komisi B DPRD Ngawi kepada koran ini,kemarin(10/6).
Budi lantas mencontohkan beberapa desa di Kecamatan Widodaren.Di Desa Widodaren misalnya,jatah yang tertera di draf Rp300juta.Realitanya,bantuan yang diterimakan hanya Rp180juta.Kucuran dana itu diperuntukkan pengaspalan jalan desa.''Dibelikan 30 tong aspal dan 100 sak semen untuk pengecoran jalan di kawasan yang sedikit terisolir,''tegasnya.
Kondisi yang sama,lanjut Budi,juga dialami Desa Banyu Biru.Pemerintahan desa hanya bisa mencairkan bantuan senilai Rp120juta.Padahal,jatah yang seharusnya diterimakan Rp190juta.''Proyeksinya sama,untuk pengaspalan jalan dan perbaikan infrastruktur jalan raya.Dana itu dibelikan aspal 60 tong,yang nantinya akan dibagi-bagi ke dalam beberapa areal,''tuturnya.
Dikatakan,pemotongan bantuan yang bersumber dari APBD I itu disinyalir terjadi hampir di seluruh desa penerima.Yakni,153 desa dari jumlah total 217 desa. Adapun dana bantuan yang diterimakan perdesa bervarisi,tergantung kebutuhan untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan raya.''Beberapa desa yang kami jadikan sampel saja hampir semua terjadi pemotongan.Kami juga mengkhawatirkan desa-desa penerima yang lain,''ungkapnya.
Sementara,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat(BPM) Ngawi,Arief Sujudi membantah bila ada pemotongan bantuan khusus pedesaan itu.Menurut dia,dana yang dicairkan sama persis dengan proposal yang disetujui bupati.''Ya harus diklarifikasi dulu,jangan asal menuduh,''ujarnya.
Hanya saja,kata dia,yang menaungi proses pencairan bantuan dari Pemprov Jatim itu berada di Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Aset(DPPKA) setempat.Pihaknya sebatas mengusulkan dan merekomendasi proposal yang diajukan masing-masing desa.Bila sudah disetujui,BPM juga turut mengawasi proyeksi bantuan tersebut.''Yang pasti,terkait pencairan bukan bidang kami,DPPKA-lah yang menaungi perihal tersebut,''jelasnya.(dip/isd)
(mbak sri)
from: radar madiun
Jumat, 11 Juni 2010
Bantuan Pemprov Diduga Diselewengkan
Diposting oleh Oden Ngawi di 00.56 0 komentar
DISHUB GETOL AWASI IZIN TRAYEK ANGKUTAN UMUM BANYAK PELANGGARAN
Kabid Lalu Lintas Dishub Ngawi Rushartono mengatakan, tingginya pelanggaran itu mengindikasikan minimnya kesadaran para pemilik armada.Padahal,izin trayek berlaku wajib untuk semua kendaraan angkutan.
''Kami sempat terheran-heran dengan banyaknya pelanggaran itu.Meski kami belum dapat mengalkulasi seluruhnya,tapi hasil pemeriksaan banyak ijin trayek yang sudah mati,''terangnya kepada koran ini,kemarin (9/6).
Untuk mencegah pelanggaran itu semakin meluas,kata dia,pihaknya akan gencar melakukan operasi rutin. Tidak hanya dipusatkan di kawasan terminal,operasi juga akan dilaksanakan di perlintasan padat lalu lintas.''Kami agendakan lima razia lagi,entah di mana nanti lokasinya.Yang terpenting,di jalur-jalur yang menjadi perlintasan angkutan luar daerah,''tuturnya.
Soal surat kelengkapan kendaraan dan para pengendara, lanjut dia,sejauh ini pelanggaran yang disebabkan dari kedua kategori itu dianggap masih wajar.Petugas operasi hanya menemukan kurang dari 10 persen dari jumlah total pelanggaran.''Itu pun sebagian pengendara lupa tidak membawanya.Lagi pula terkait surat kelengkapan kendaraan dan pengendara sudah kewenangan kepolisian,''ungkapanya.
Ditambahkan,semakin tingginya armada yang beroperasi menuntut intitusinya lebih bekerja keras.Tak hanya soal izin trayek,tapi juga penataan jalur-jalur yang dapat dilintasi atau disinggahi angkutan umum tersebut.''Pastinya juga menambah beban kerja petugas. Meskipun demikian,kami akan terus mengoptimalkan pelayanan umum,''tuturnya.(dip/isd)
(mbak sri)
Diposting oleh Oden Ngawi di 00.55 0 komentar
Kamis, 10 Juni 2010
Truk Semen Renggut Empat Nyawa
Diposting oleh Oden Ngawi di 01.58 0 komentar
Minggu, 06 Juni 2010
Ngawi-SMPN 2 Karangjati Diobok Maling,Belasan Komputer Raib
Kapolsek Karangjati AKP Lilik Sulastri mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengatakan,peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 02.00.Modus operandinya terbilang rapi.Pencuri masuk areal sekolah lewat pagar belakang.Mereka menggunakan tangga untuk melewati kawat berduri setinggi dua meter.Kemudian, langsung menunju ruang laboratorium komputer.
Kawanan pencuri itu lalu mencongkel paksa pintu dengan obeng.Setelah itu,mempreteli satu persatu hardware komputer,seperti CPU,monitor,dan keyboard.Kemudian, melewati jalan semula untuk keluar dari areal sekolah yang jauh dari pemukiman tersebut.
Melihat jumlah jarahan yang cukup banyak,pelaku pencurian diduga lebih dari tiga orang.Temuan itu diperkuat dengan telapak kaki di ruang komputer dan jalan setapak yang disinyalir sempat dilintasi kawanan maling.Selain itu,aksi pembobolan diduga sudah terorganisasi dan profesional.''Memang sangat rapi, hampir tidak ada bekas yang ditinggalkan kawanan pencuri,''tuturnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian dengan sasaran fasilitas belajar mengajar itu.''Memang sangat jangal,padahal di sekolah itu ada dua penjaga malam,''kata AKP Lilik Sulastri.
Sejauh ini,kata dia,petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan penyisiran di lokasi kejadian.Dua petugas jaga yang dijadikan saksi kunci,masih menjalani pemeriksaan marathon terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga masih merahasiakan identitas kedua petugas jaga tersebut.''Kami masih menggali informasi-informasi para saksi untuk mempercepat pengungkapan. Kalau sudah ada titik terang akan kami konfirmasikan lagi,''ungkapnya.
Lanjut dia,pihaknya berupaya melakukan penangkapan para pelaku secepat mungkin.Apalagi,aksi pencurian dengan sasaran sekolah acap kali terjadi.''Peristiwa pencurian semacam ini,jelas membuat sekolah-sekolah yang lain waswas,''jelasnya.(dip/isd)
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.07 0 komentar
Rabu, 26 Mei 2010
Ngawi-Dua Pelajar Dihajar Massa
NGAWI-Aksi penjambretan kembali terjadi.Kali ini pelakunya AT dan WD.Nahas,belum sempat menikmati barang hasil jarahannya,pelajar kelas XI salah satu SMK di Ngawi itu keburu ditangkap warga.Bahkan,mereka sempat dihajar massa,dan sepeda motornya nyaris dibakar,sebelum akhirnya dapat diamankan aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun koran ini,peristiwa penangkapan dua penjambret itu terjadi sekitar pukul 19.30.Saat itu,AT dan WD yang mengendarai sepeda motor Jupiter membuntuti Lilik,20,warga Jalan MT Haryono, yang sedang melaju pelan dengan kendaraan roda dua miliknya.
Kemudian,secepat kilat AT menyambar tas Lilik yang berisi handphone dan uang tunai puluhan ribu.Setelah mendapatkan barang jarahannya itu,keduanya langsung kabur.
Mengetahui tas miliknya berpindah tangan,korban berteriak minta tolong.Warga yang berada di lokasi kejadian yang mendengar teriakan Lilik lantas ramai-ramai mengejar pelaku.Duo pelajar penjambret itu akhirnya tertangkap warga di kawasan ring road barat. Di lokasi tersebut,keduanya sempat dihakimi massa hingga babak belur.Bahkan,motor pelaku dirusak dan nyaris dibakar,sebelum akhirnya diamankan polisi.
Di hadapan petugas,tersangka mengaku hasil penjambretan rencananya untuk membeli pelek sepeda motor.Dan,sisanya untuk foya-foya.Hasil pemeriksaan secara maraton,keduanya telah beraksi di 13 TKP.
Sasaran aksi komplotan penjambret ingusan itu, kalangan ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor.''Saya hanya disuruh menjoki saja,AT yang merencanakan penjambretan,''ungkap WD.
Dari tangan tersangka,polisi menyita handphone merek Nokia dan uang tunai sebesar Rp81.500.Petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Disinyalir,duo jambret itu tak hanya beraksi di kawasan Ngawi saja.Melainkan beberapa daerah lain seperti Madiun dan Magetan.
''Yang sudah diakui tersangka di 13 TKP.Semuanya di dalam kota Ngawi.Kami menenggarai keduanya juga terlibat penjambretan diluar daerah,''terang Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin melalui Kasat Reskrim AKP Sujarwanto.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,mereka kini mendekam di tahanan mapolres.Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian,dengan ancaman hukuman mencapai tujuh tahun penjara.''Untuk para pengendara jangan membawa barang perhiasan yang terlalu mencolok,itu malah akan membahayakan keselamatan,''imbau Sujarwanto.(dip/isd)
(mbak sri)
Diposting oleh Oden Ngawi di 06.29 0 komentar
Sabtu, 22 Mei 2010
NGAWI-TEKAN KEJAHATAN JALANAN,POLISI GELAR RAZIA BESAR-BESARAN
Razia dimulai sekitar pukul 21.00.Petugas memberhentikan semua kendaraan,baik roda dua maupun roda empat yang melintas dari arah timur dan barat. Petugas tak hanya memeriksa kelengkapan surat kendaraan.Tapi juga menggeledah isi kendaraan dan barang-barang yang ada.Dan,yang dianggap mencurigakan langsung diperiksa.
Dalam razia itu,tampak pula puluhan petugas bersenjata lengkap.Mereka ditempatkan radius 10 meter dari lokasi operasi.Dan,tak jarang juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan berplat luar daerah.''Operasi simpatik akan terus kami gelar untuk mengondusifkan kawasan Ngawi dan sekitarnya,''tegas Kasat Lantas AKP Prayoga Angga mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin.
Dikatakan,operasi kali ini tidak hanya mengantisipasi tindak kriminalitas di kawasan Ngawi.Tapi juga membatasi ruang gerak komplotan perampokan yang beraksi di Lamongan.Di mana,enam perampok berhasil mengasak tiga kilogram emas milik warga.Tiga di antaranya tewas diterjang timah panas.Sedangkan sisanya masih buron.''Mengantisipasi masuknya pelaku perampokan yang beraksi di luar daerah,'' terangnya.
Namun,dalam operasi kali ini tak ditemukan kendaraan dan barang-barang yang disinyalir untuk aksi kejahatan.Meskipun demikian,razia serupa akan terus digalakkan.Khususnya,di kawasaan perbatasan.''Ya seperti Mantingan,Karangjati dan Geneng,''jelasnya. (dip/isd)
(mbak sri)
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.52 0 komentar
Kamis, 20 Mei 2010
PENATAAN ALUN-ALUN MULAI DIGARAP
NGAWI-Alun-alun Merdeka Ngawi segera berganti wajah. 'Face off'besar-besaran itu kini mulai memasuki tahap pengerjaan.Rencananya,mega proyek penataan ulang pusat keramaian akan berlangsung hingga 2011 mendatang.Tak tanggung-tanggung,alokasi anggaran APBN yang dikucurkan mencapai Rp2miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum(DPU)Ngawi Bambang Hariyono mengatakan,tahap awal yang sekarang dikerjakan dititik beratkan pada sektor alun-alun timur.Di lokasi itu nantinya akan dibangun play ground dan taman untuk lokasi keluarga dan para remaja bersantai.''Saat ini kan anggaran yang sudah cair baru Rp750juta.Anggaran itu akan kami maksimalkan dulu untuk penataan alun-alun timur,''terangnya.
Tahap awal itu,kata dia,hanya butuh waktu tiga bulan. Setelah itu,pengerjaan dialihkan ke sektor tengah dan barat alun-alun.Hanya saja,fokus utama penataan berada di jalur tengah,yang nantinya sebagai lokasi mangkal para pedagang kaki lima(PKL).
Menurut dia,di lokasi yang dikenal dengan Jalan Merdeka itu nantinya akan dibangun lapak semi permanen bagi para PKL.Untuk mendukung kebersihan dan ketertiban,PKL hanya boleh menjajakan dagangan pada sore dan malam hari.''Jadi,siang harus bersih dari PKL.Itu semua sudah kami rancang pengelolaannya,'' ungkapnya.
Lanjut dia,dengan wajah baru,alun-alun diharapkan akan menjadi ikon kota Ngawi.Dan,menjadi magnet masyarakat untuk singgah di pusat keramaian tersebut.''Tentu akan kami manfaatkan semaksimal mungkin keberadaan alun-alun.Tidak hanya untuk para PKL yang mangkal, tapi jujukan warga untuk menghabiskan waktu istirahatnya,''pungkasnya.(dip/isd)
Diposting oleh Oden Ngawi di 05.38 0 komentar
Kamis, 06 Mei 2010
Berdalih Minim Anggaran,Sosialisasi KPU ASAL-ASALAN
Alasan yang diutarakan menarik.Jatah anggaran untuk sosialisasi terbilang minim.KPU hanya menganggarkan kurang dari 100 juta.''Pokoknya nggak sampai Rp100 juta.Hanya saja totalnya berapa kami belum melakukan kros cek,''terang Azis W Nugroho divisi humas dan sosialisasi KPU Kabupaten saat dikonfirmasi koran ini.
Anggaran itu,kata dia,diwujudkan dalam bentuk baliho dan banner.Selanjutnya dipasang di kawasan strategis dan instansi-instansi pemerintahan.Untuk lingkup pedesaan sendiri hanya bertumpu pada banner yang telah di desain khusus.''Sudah kami realisasikan,baliho-baliho yang terpasang itu buktinya,''ungkapnya.
Meskipun terbilang minim,sosialisasi yang dilakukan KPU dianggap sudah maksimal.Adanya baliho dan banner itu secara tidak langsung dapat memberi wawasan kepada masyarakat.Khususnya mereka yang mempunyai hak pilih. Itu kenapa KPU tidak merasa khawatir akan sosialisasi yang dijalankannya tersebut.''Tentu kami akan semaksimal mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat,''tegasnya.
Statemen berbeda justru pernah dilontarkan Surat Azhari,divisi anggaran KPU Kabupaten.Anggaran yang tertera di laporan pertanggungjawaban(LPJ)mencapai Rp 165 juta.Anggaran itu murni untuk agenda sosialisasi atau pengenalan pilkada kepada masyarakat.''Untuk sosialisasi tercantum sekitar Rp165juta,''tandasnya.
Lanjut dia,pengadaan barang dan jasa menyedot anggaran terbesar.Totalnya separuh anggaran yang dimiliki KPU. Yakni,mencapai Rp5miliar lebih.Untuk anggaran KPU sendiri untuk pelaksanaan pilkada satu kali putaran menembus Rp10,1miliar.''Bermacam-macam bentuknya, untuk surat suara,tinta dan logistik lainnya,''jelasnya.(dip/eba)
Diposting oleh Oden Ngawi di 02.36 0 komentar
Minggu, 02 Mei 2010
Ngawi, Dirampok,Rp 90 Juta Amblas
Uang puluhan juta itu rencananya untuk membeli sembako yang akan dijual di toko kelontong miliknya.''Ciri fisik yang masih saya ingat,dua perampok yang berada di dalam toko itu berambut cepak dan berbadan tegap,'' terang Dewi Aryani,salah seorang pelayan toko.
Informasi yang dihimpun koran ini,peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu,Mukiran baru saja mengambil uang Rp 90 juta dari Bank BRI Beran.Uang yang ditaruh di dalam tas plastik warna hitam itu lantas disimpan di laci toko kelontong yang berada di bagian depan rumahnya.
Tak berselang lama,dua pria berambut cepak berpura-pura membeli rokok dan minuman berenergi. Sambil menyodorkan uang kertas Rp 20 ribuan,keduanya minta izin numpang beristirahat sejenak di teras depan.Namun,melihat sembako yang menumpuk di ruang belakang toko,salah seorang pelaku mencoba mengalihkan perhatian Mukiran.Yakni,dengan bertanya-tanya soal harga beras dan bekatul.
Merasa target sudah lengah,seorang pelaku yang berada di teras tiba-tiba menyerobot uang korban yang tersimpan di laci toko.Setelah itu,secepat kilat keduanya kabur ke arah barat(alun-alun,Red)dengan berboncengan sepeda motor Mega Pro.
Korban sebenarnya sudah berteriak minta tolong kepada warga sekitar.Namun,kedua pelaku sudah kabur jauh. ''Ada lima orang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tahu-tahu tiga sepeda motor langsung menghampiri setelah mengambil uang,''kata Dewi yang masih terlihat syok.
Perempuan itu mengaku pada pagi hari dirinya melihat dua pengedara sepeda motor mondar-mandir di depan toko.Sesekali berhenti di pinggir jalan sambil melihat suasana sekitar.Gerak-gerik mencurigakan itu,sempat membuatnya waswas.''Ya tidak seperti biasanya. Pokoknya aneh,''ungkapnya.
Sementara,Mukiran masih dimintai keterangan oleh petugas kepolisian terkait peristiwa perampokan di siang bolong tersebut.Selain mengumpulkan informasi melalui para saksi,petugas juga melakukan olah TKP. ''Aksi yang dilakukan sangat rapi.Mungkin melibatkan sindikat antar daerah,''tegas salah seorang petugas yang melakukan olah TKP.(dip/isd)
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.40 0 komentar
Rabu, 21 April 2010
Ngawi- Cara Mengecilkan Perut
Cara Mengecilkan Perut? Siapa sih yang seneng dengan namanya peruut Buuncit,gendut,gembrot, plus de-kill dll..hehehe. Sebenarnya Cara Mengecilkan Perut gampang-gampaang susah. Karena membutuhkan ketekunan serta semangat juang 45..MErdeka!! xixixi. Sebenarnya hal ini dapat menjadi sangat mendalam, karena banyak orang, pria dan wanita dari seluruh dunia terus-menerus bertanya dan ingin tahu persis bagaimana mereka bisa mengeciilkan peerut mereka.
jika Anda ingin tahu bagaimana untuk cara mengecilkan perut, maka itu bisa menjadi asumsi yang akurat untuk membuat pada Anda ingin menurunkan berat badan secara umum. Namun dengan beberapa cara saya akan berbicara tentang yang berhubungan dengan kemampuan untuk mengecilkan perut, Anda harus dapat setidaknya memberikan upaya yang sangat baik dalam mengelola untuk melakukan hal itu.
Jika Anda ingin tahu bagaimana cara untuk mengecilkan perut, Anda harus terlebih dahulu melihat pola makan Anda dan apa yang Anda makan selama setiap hari. Jika Anda terus-menerus makan makanan tak sehat, maka tak heran Anda perlu mempelajari cara untuk mengecilkan perut. Dan pasti Anda juga akan memiliki masalah dengan kadar kolesterol Anda.
Untuk lebih lanjut dapat mengecilkan perut Anda, Anda harus minum setidaknya 8 gelas air per hari. Jika Anda tidak suka minum air, maka pada dasarnya sulit! karena anda akan memiliki untuk melakukannya. Air yang Anda minum tidak hanya membersihkan tubuh Anda yang tidak diinginkan dan racun yang buruk, tetapi akan juga pada saat yang sama Anda tetap terhidrasi. Hal ini sangat penting ketika Anda belajar dan bekerja tentang cara untuk mengecilkan perut Anda.
Seiring dengan perubahan pola makan dan jumlah makanan yang Anda benar-benar terjadi di dalam tubuh, dan asupan air sehari-hari, Anda akan disarankan untuk melakukan beberapa bentuk latihan rutin. Anda tidak bisa berharap untuk mengecilkan perut anda ketat dengan mengubah diet Anda.
Diposting oleh Oden Ngawi di 19.41 0 komentar
Senin, 19 April 2010
Di Ngawi, Arswendo Bicara Media Massa dan Keterbukaan Perlu Sinergi
Diposting oleh Oden Ngawi di 04.17 0 komentar
Minggu, 18 April 2010
DI NGAWI,ARSWENDO BICARA MEDIA MASSA DAN KETERBUKAAN PERLU SINERGI
Dikatakan,peran media massa makin tak terelakan.Semua jenis media(cetak,elektronik dan online)sudah menggantikan peran pemberi informasi tunggal.Dengan demikian,diperlukan kesinergian guna menciptakan ruang transparansi publik.''Kebersamaan harus dipupuk.Jelas nggak mungkin birokrasi akan berjalan sendiri tanpa peran media,''terang Arswendo.
Sementara itu,pembicara lainnya General Manager Radar Madiun Aris Sudanang mengatakan,peran media massa untuk mendorong efektivitas pelaksanaan UU KIP dibutuhkan penyelarasan hubungan antara kedua elemen tersebut.
Lembaga publik (humas pemerintahan) yang selama ini kerap menjadi jujugan para pemburu berita,lanjut dia, harus memahami situasi di sekitarnya.''Peran humas yang baik harus mampu mengantisipasi dan mengelola lingkungan untuk mendukung kinerja relasional dengan publik,''ungkapnya.
Rapat koordinasi menyongsong implementasi UU KIP itu juga menghadirkan Suprawoto,staf ahli Menkominfo Bidang Sosial,Budaya dan Peran Masyarakat.UU KIP itu sendiri akan berlaku efektif Mei mendatang.UU transparasi itu merupakan salah satu terobosan untuk menjamin keterbukaan publik.(dip/isd)
(mbak sri)
from : radar madiun
Diposting oleh Oden Ngawi di 03.02 0 komentar
Senin, 12 April 2010
Pemasangan Reklame Tak Hiraukan Tata Ruang Kota SEMRAWUT
Sebut saja,di kawasan perempatan Kartoyono.Tak sulit menemukan papan reklame dan spanduk yang menawarkan produk tertentu.Pemasangannya pun seolah tanpa mempedulikan tata ruang kota.Hal itu dapat dibuktikan dengan pemanfaatan tiang listrik dan telepon sebagai alat penyangga.Selain berbahaya untuk keselamatan pengguna jalan raya dan warga sekilar,kondisi itu juga mengganggu ketertiban umum.''Ya jujur saja banyaknya baliho membuat saya takut,''kata Sulatih salah satu warga sekitar kepada koran ini.
Keluh kesah segelintir warga itu sangatlah beralasan. Peralatan yang digunakan untuk pemasangan reklame dan baliho kebanyakan ala kadarnya.Bahkan,pemasangan baliho yang dikaitkan tiang listrik dan telepon hanya menggunakan seutas tali rafia.Rawan putus bila diterjang angin kencang.''Terkadang itu ada yang putus,warga sendiri ya takut mengambilnya. Dikhawatirkan bila ada aliran listrik.Mengingat tali-tali diikatkan ke tiang listrik,''ungkapnya.
Sementara,Kepala Sat Pol PP setempat,Susilo Utama mengatakan penertiban reklame dan spanduk liar sudah menjadi agenda rutin setiap minggu.Media iklan tanpa izin itu dipreteli karena melanggar Perda No 4 Tahun 2008 tentang lingkungan hidup terutama di ruang terbuka hijau.''Tak henti-hentinya sudah kami lakukan penertiban.Bahkan,pernah dalam seminggu diadakan operasi dua kali.Tapi ya itu masalahnya,hari ini kami tertibkan besok sudah ada pemasang lagi,''terang Susilo Utomo.
Lanjut dia,pemasangan papan reklame dan spanduk secara legal lokasinya sudah disediakan.Dengan demikian akan tertata rapi dan tidak menganggu ketertiban umum. Terlebih penilaian adipura bakal diberlakukan pertengahan tahun ini.''Tempat-tempat yang resmi itu sudah disediakan.Bila di luar lokasi itu ya berarti tidak sah,''pungkasnya.(dip/eba)
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.35 0 komentar
Jumat, 02 April 2010
Ayo Majukan Ngawi
Pokok-pokok masalah yang perlu dikembangkan di daerah ngawi adalah :
1. Struktur Pengembangan Pertanian yang menjadi salah satu komoditi pemasukan APBD Ngawi.
2. Struktur Pembangunan yang lambat salah satunya jalan-jalan yang perlu di renovasi kembali.
3. Lowongan Kerja yang sempit sehingga daerah ngawi tidak bisa memaksimalkan putra daerah untuk tetap tinggal dan mengembangkan daerahnya.
4. Struktur kemajuan IPTEK yang lambat dibandingkan dengan kabupaten sekitar contohnya sragen (jawa tengah) yang telah memrakarsai tentang internet masuk desa!
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.17 1 komentar
Pelayanan Spesialis Kandungan di Puskesmas Poned
from : Dinas Kesehatan Ngawi
Diposting oleh Oden Ngawi di 19.49 0 komentar
Selasa, 30 Maret 2010
Pasar Burung Monumen Soerjo
Menurutnya, pengunjung sedikit meningkat pada hari libur saja. Selebihnya, nyaris kosong melompong tanpa ada transaksi jual beli sama sekali. Kalau pun ada yang mampir, didominasi para penghobi burung yang kebetulan singgah di kawasan rest area tersebut. Sedangkan komunitas penggemar burung lokal sangat minim. ”Ya orang-orang jauh semua yang beli di sini (pasar burung, Red),” terangnya.
Dikatakannya, berbagai jenis burung ditawarkan di lokasi ini, dengan harga relatif terjangkau. Dicontohkan, Murai Medan, hanya di kisaran Rp 1,5 juta. Harga burung jenis lain, lanjut dia, juga terbilang murah. ”Meski murah belum mampu menarik pembeli,” tandasnya.
Tak bergairahnya transaksi jual beli di pasar burung, kata dia, dirasakan belasan pedagang burung sejak setahun terakhir. Itu seiring fasilitas pendukung seperti taman dan wahana permainan anak yang makin tak terawat. Kondisi itu menyebabkan pengunjung enggan singgah di kawasan yang juga mempunyai nilai historis tersebut. ”Bila semua dibenahi saya yakin eksis kembali,” tuturnya.
Sementara, Johan Trianto, salah seorang pengunjung, mengaku harga burung yang ditawarkan umumnya relatif murah. Sudah empat kali ini, dirinya membeli burung berkicau di pasar burung areal Monumen Soerjo tersebut. ”Selain murah, hampir semua jenis burung berkicau dijual di sini. Makanya, saya dan rekan-rekan sering ke sini (pasar burung, Red),” terang pria asal Solo tersebut. (dip/isd)
Diposting oleh Oden Ngawi di 07.36 0 komentar
Ditpolair Polda Jatim Tangkap 47 Imigran Gelap asal Iran
Kasubdit Bin Ops Ditpolair Polda Jatim AKBP Bambang Widiyatmoko menyatakan, sebelumnya pihaknya menerima informasi akan adanya usaha pengiriman imigran gelap. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Ditpolair lantas menyanggong di perairan Pacitan.
Nah, pukul 04.00 dini hari, kapal yang ditumpangi para imigran gelap itu mendekat. Saat berada 5 mil dari perairan Pacitan, kapal tanpa nama tersebut disergap dan dipinggirkan ke pantai. ''Mereka langsung kami bawa ke Surabaya,'' ujarnya.
Rombongan imigran itu rata-rata berusia 30 tahun. Tiga di antaranya adalah anak-anak dan enam wanita. Setelah didata, 42 imigran yang ditahan diketahui berasal dari Iran. Lima sisanya berasal dari Afghanistan.
Ternyata, tidak semua imigran ilegal. Hanya 20 orang yang tidak memiliki paspor. Sebanyak 27 warga negara Iran lainnya memiliki paspor untuk kunjungan ke Indonesia. Namun, mereka tetap diamankan. ''Suruh siapa mereka ikut dalam rombongan ilegal,'' ujar Widiyatmoko.
Hingga kemarin petang, 47 imigran tersebut masih ditempatkan di aula mapolair. Mereka dibiarkan berlalu-lalang di sekitar aula tanpa pengawalan khusus. Meski tak bisa berbahasa Inggris, mereka tetap berusaha berkomunikasi dengan wartawan maupun polisi. Namun, mereka menolak wartawan yang berusaha meliput atau mengambil gambar. ''No picture, no picture!'' ujar rombongan imigran laki-laki.
Merasa tak dikawal, salah seorang imigran sempat berusaha kabur dengan memanjat dinding belakang di samping aula. Namun, ternyata penjagaan telah dilakukan di perbatasan mapolair. Karena kaget, si imigran itu pun lantas terjatuh hingga bibirnya berdarah.
Widiyatmoko menambahkan, saat ditangkap, keadaan mereka sungguh memprihatinkan. Mereka saling berdempet dalam sebuah kapal berukuran sekitar 3 x 15 meter. Tidak ada makanan di dalam perahu. ''Karena itu, di sini mereka kami beri makan,'' ungkapnya.
Yang jelas, kata dia, imigran gelap tersebut adalah sindikat penyelundupan orang yang merupakan kejahatan transnasional. Karena itu, pihaknya akan bekerja sama dengan imigrasi untuk menindaklanjuti masalah tersebut. ''Mereka akan ditahan di rumah detensi imigrasi (rudenim) di Bangil, Pasuruan. Sementara itu, polda akan mencari mafianya,'' tegasnya. (fuz/c5/dos)
from : Jawa Pos
Diposting oleh Oden Ngawi di 06.20 0 komentar
Senin, 29 Maret 2010
Dewan Tolak SE Mendagri
Senin, 29-03-2010 16:18:19
Terkait Sengketa Tanah Perbatasan di Budug
NGAWI-Kalangan wakil rakyat mulai cawe-cawe menuntaskan sengketa tanah perbatasan seluas 182 meter persegi di Desa Budug,Kecamatan Kwadungan.Dewan mengklaim,lahan di bawah naungan Dinas Pengairan Pemprov Jatim itu masih berada di kawasan Ngawi.Bukan seperti apa yang tertera dalam surat edaran Menteri Dalam Negeri(Mendagri)Nomor 135.4/213/SJ yang menyatakan masuk kawasan Desa Kajang,Sawahan, Kabupaten Madiun.
''Hasil sidak yang kami lakukan beserta instansi terkait,kami mendukung untuk menolak dan keberatan surat edaran Mendagri itu,''terang Suprapto,wakil ketua komisi A DPRD setempat,kepada koran ini kemarin (28/3).
Temuan di lapangan,kata dia,lahan pengairan yang sebagian dialih fungsikan sebagai pertokoan tersebut memang berada di kawasan Ngawi.Hal itu,lanjut Suprapto,diperkuat dengan kesepakatan bersama kedua daerah nomor 136/433/402.011/2008 tentang penetapan dan penegasan batas daerah.
''Dulu kan sudah ada kesepakatan bersama bahwa tanah perbatasan itu masuk ke Desa Budug.Jadi ya harus dihormati semua,''ungkap Suprapto,legislator dari Golkar tersebut.
Sebagai bukti konkret peran serta dewan,pihaknya mengirimkan surat keberatan yang dilampirkan alasan dan bukti-bukti penolakan status lahan perbatasan tersebut.Tidak hanya itu,guna menuntaskan problem yang sudah bertahun-tahun itu,akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim.''Semua lembaga dan institusi yang berkompeten akan kami ajak ngomong.Biar masalahnya cepat tuntas,''tuturnya.
Diberitakan sebelumnya,ratusan warga Desa Budug sempat nglurug gedung DPRD setempat menuntut penuntasan lahan perbatasan tersebut.Bahkan,warga mengancam akan bertindak anarkis guna mempertahankan lahan strategis itu.Kondisi itulah yang akhirnya memicu kalangan dewan turut cawe-cawe.(dip/isd)
from : radar madiun online
Diposting oleh Oden Ngawi di 07.19 0 komentar
Selasa, 23 Maret 2010
Map Ngawi

from : http://www.eastjava.com/tourism/ngawi/map/ (WEB Ngawi Touris)
Diposting oleh Oden Ngawi di 01.17 0 komentar
Jumat, 19 Maret 2010
Ngawi Banjir

http://radarmadiun.co.id/picture/19-NGW-banjir.bmp
Banjir Rambah Kawasan Kota
Jum\'at, 19-03-2010 16:03:52
Meskipun demikian,mereka belum berinisiatif mengungsi ke daerah yang aman.''Mulai maghrib air sedikit demi sedikit memasuki perkampungan warga.Tapi,menggenangi areal dataran rendah saja,''ungkap Sutopo,salah satu warga di lingkungan Kampung Baru,Kelurahan Ketanggi, kemarin(18/3).
Banjir diduga dipicu kurang efektinya pintu air pembuangan yang berada tepat di pinggir pemukiman warga.Klep yang digunakan sebagai penahan air dinilai tidak berfungsi maksimal.Luapan air yang sudah menyentuh sebagian tanggul meresap di sela-sela pintu air tersebut.Akibatnya,air menggenang di beberapa titik pemukiman warga.''Ya masih sebatas jalan yang digunakan hilir mudik warga.Belum menyentuh lantai rumah,''ungkapnya.
Namun,lanjut dia,beberapa warga mulai mengemasi barang-barang berharga miliknya.Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi bila diterjang banjir. Terlebih,sirine waspada banjir yang terpasang di daerah sekitar sudah berbunyi,yang menandakan permukaan air mengalami peningkatan.''Semalam suntuk sirine terus berbunyi,baru siang ini(kemarin,Red) petugas mematikannya,''tuturnya.
Banjir juga merambah Dusun Dungus,Desa Karang Asri. Perkampungan warga yang berada di pinggir aliran Sungai Madiun itu sebagian sudah tergenang air. Terutama,pemukiman yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari bibir sungai.''Hanya di dapur saja,tapi permukaan air terus naik.Kami khawatir banjir besar seperti dua tahun lalu akan terjadi lagi,''ujar Sriyatun,salah seorang warga.
Sementara,banjir yang menerjang tiga desa-Tempursari dan Simo Kecamatan Kwadungan,serta Waruk Tengah Kecamatan Pangkur,hingga kemarin belum surut. Ketinggian air masih lebih dari 30 centimeter.Kendati demikian,sebagian warga masih bertahan di tempat tinggalnya ketimbang mengungsi.(dip/isd)
from Radar Madiun
(mbak sri)
Diposting oleh Oden Ngawi di 06.33 0 komentar
Indikasi penyimpangan BUMD dilaporkan ke Kejari
By mufid on 18 Maret 2010
Sragen (Espos)–Sejumlah aktivis Lingkar Kajian Kebijakan dan Strategi Perubahan Sragen (Lintas) melakukan audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen Sri Sektiyanti SH, Kamis (18/3), untuk memberikan tambahan informasi mengenai laporan indikasi penyimpangan di sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Sragen.
Kedatangan aktivis Lintas di bawah koordinasi Saiful Hidayat, Heri Kistoyo dan Suharno diterima langsung Kajari didampingi sejumlah pejabat di instansi penegak hukum tersebut di Aula Kejari Sragen.
Kedatangan aktivis Lintas itu sekaligus sebagai upaya tindak lanjut atas laporan yang disampaikan Lintas ke Kejari pada Senin (15/3) lalu.
Sejumlah BUMD yang dilaporkan ke Kejari antara lain, Perusahaan Daerah Pelopor Alam Lestari (PD PAL) yang diindikasikan memiliki utang kepada pedagang mencapai Rp 4,6 miliar dan indikasi penyimpangan di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terkait dengan pemberian biaya pemeliharaan meteran air bagi pelanggan.
Perwakilan Lintas Heri Kistoyo dalam kesempatan audiensi itu mengungkapkan, dari hasil pertemuan dengan PDAM beberapa waktu lalu ditemukan indikasi penyimpangan pada beban biaya pemeliharaan meteran air senilai Rp 4.000/pelanggan pada setiap bulannya.
Dia menguraikan, beban biaya itu digunakan untuk pemeliharaan meteran air senilai Rp 3.000/pelanggan dan biaya administrasi Rp 1.000/pelanggan pada setiap bulannya.
“Dari hasil perhitungan beban pemeliharaan meteran air itu mestinya ada pertanggungjawaban dari Bupati Sragen. Jika dihitung selama masa pemeliharaan dikalikan dengan jumlah pelanggan sebanyak 36.000 pelanggan, maka nilainya sampai Rp 1 miliar. Menurut kami, ada indikasi ke arah penyimpangan hukum,” ujarnya.
Penasihat Lintas Saiful Hidayat menambahkan, selain persoalan PDAM, ada rekomendasi Gubernur Jawa Tengah pada APBD 2010 bahwa kontribusi pendapatan daerah dari BUMD Sragen dipertanyakan. Selama ini, sambungnya, kontribusi sebanyak empat BUMD ke kas daerah hanya Rp 1,5 miliar, padahal penyertaan modalnya lebih dari Rp 2 miliar per tahun.
“Kondisi seperti ini ada indikasi penyimpangan dalam pengelolaan penyertaan modal ke sejumlah BUMD itu. Kami menemukan indikasi penyimpangan untuk stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) senilai Rp 1,7 miliar, PD PAL sampai Rp 4,6 miliar, Percetakan hampir Rp 1 miliar dan PDAM sendiri mendekati Rp 8 miliar,” tegasnya.
Sementara itu, Kajari Sragen Sri Sektiyanti SH menyatakan, Kejari baru menindaklanjuti laporan sebelumnya tentang dugaan penyimpangan di SBBS Gemolong dan indikasi penyimpangan program IT desa.
from: SoloPOs http://www.solopos.com
Diposting oleh Oden Ngawi di 06.02 0 komentar
Rabu, 17 Maret 2010
Hari raya Nyepi
Berdasar pantauan Radar Bali (Jawa Pos Group), jalan-jalan di Kota Denpasar lengang. Tak terkecuali kampung turis Kuta dan Civic Centre di Renon. Tak ada kemacetan atau lalu lalang kendaraan di jalan. Tak ada pula turis asing berjemur di sepanjang 1,2 km garis Pantai Kuta.
Kawasan sekitar Monumen Bom Bali juga bebas dari gelandangan dan pengemis (gepeng) maupun para pedagang. Kawasan Kuta pun beristirahat dari kerlap-kerlip lampu pertokoan.
Selama Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan ritual catur brata penyepian. Yakni, amati karya (tidak melakukan kegiatan atau bekerja), amati lelunganan (tidak bepergian), amati lelangunan (tak bersenang-senang), dan amati geni (tak menyalakan api).
Menurut Made Wardana, wakil Bendesa Adat Kuta, 39 pecalang (petugas keamanan desa adat) dikerahkan untuk menjaga sekitar kawasan wisata itu. Untuk pengamanan, Desa Adat Kuta bekerja sama dengan polsek setempat. Pos pecalang dipusatkan di Pura Desa Adat Kuta.
Para pecalang itu berasal dari 13 banjar di Desa Adat Kuta. Mereka bertugas dalam dua sif, yakni pukul 06.00-24.00 dan 24.00-06.00. Para pecalang bersepeda keliling wilayah desa adat. ''Tahun ini bisa disebut aman. Mulai proses melis (melasti, Red) hingga saat Nyepi, semua bisa berjalan normal,'' tutur Wardana.
Dia menuturkan, hotel-hotel juga telah diimbau agar tidak menyalakan lampu. Desa Adat Kuta menyebarkan pengumuman agar menghormati Nyepi itu sejak jauh hari.
Secara terpisah, Sekretariat Bersama Kolaborasi Bali untuk Perubahan menginformasikan bahwa saat Nyepi, Pulau Dewata juga terbebas dari polusi. Menurut IGA Fransiska Sri Rahajeng Kusuma Dewi, koordinator Sekretariat Bersama Kolaborasi Bali untuk Perubahan, Nyepi menyelamatkan Bali dari sekitar 20 ribu ton karbondioksida. ''Paling tidak, itu didasarkan hasil penelitian pada 2005,'' katanya kemarin.
Penghematan itu, ungkap dia, hanya dihitung dari tiadanya lalu lalang kendaraan (sepeda motor, mobil, dan pesawat terbang). Pada 2005, tercatat 1,008 juta sepeda motor di Bali. Dengan asumsi setiap motor menghabiskan 4 liter bensin per hari, kendaraan roda dua menyumbang 9 juta kilogram karbondioksida.
Pada 2005, lanjut dia, jumlah mobil di Bali sekitar 200 ribu unit. Dengan asumsi mobil menghabiskan 10 liter bensin sehari, karbondioksida yang dihasilkan 4,8 juta kilogram. Sedangkan frekuensi penerbangan di Bandara Ngurah Rai mencapai 80 kali per hari. Jika setiap pesawat menghabiskan 80 liter avtur per hari, total karbondioksida yang dihasilkan 3.840 ton.
''Jika ditotal, 17 ribu ton karbondioksida dihasilkan kendaraan di Bali,'' terang Fransiska. Itu belum termasuk dari yang lain. ''Saat Nyepi warga juga tak menyalakan peralatan elektronik,'' jelasnya. (fer/mif/jpnn/dwi)
from:Jawa pos http://www.jawapos.com
Diposting oleh Oden Ngawi di 00.45 0 komentar






