NGAWI-Komplotan pencuri menyatroni SMPN 2 Karangjati, kemarin(4/6).Maling menggasak 15 unit komputer berbagai merk.Mereka hanya menyisakan komputer lawas.
Kapolsek Karangjati AKP Lilik Sulastri mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengatakan,peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 02.00.Modus operandinya terbilang rapi.Pencuri masuk areal sekolah lewat pagar belakang.Mereka menggunakan tangga untuk melewati kawat berduri setinggi dua meter.Kemudian, langsung menunju ruang laboratorium komputer.
Kawanan pencuri itu lalu mencongkel paksa pintu dengan obeng.Setelah itu,mempreteli satu persatu hardware komputer,seperti CPU,monitor,dan keyboard.Kemudian, melewati jalan semula untuk keluar dari areal sekolah yang jauh dari pemukiman tersebut.
Melihat jumlah jarahan yang cukup banyak,pelaku pencurian diduga lebih dari tiga orang.Temuan itu diperkuat dengan telapak kaki di ruang komputer dan jalan setapak yang disinyalir sempat dilintasi kawanan maling.Selain itu,aksi pembobolan diduga sudah terorganisasi dan profesional.''Memang sangat rapi, hampir tidak ada bekas yang ditinggalkan kawanan pencuri,''tuturnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian dengan sasaran fasilitas belajar mengajar itu.''Memang sangat jangal,padahal di sekolah itu ada dua penjaga malam,''kata AKP Lilik Sulastri.
Sejauh ini,kata dia,petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan penyisiran di lokasi kejadian.Dua petugas jaga yang dijadikan saksi kunci,masih menjalani pemeriksaan marathon terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga masih merahasiakan identitas kedua petugas jaga tersebut.''Kami masih menggali informasi-informasi para saksi untuk mempercepat pengungkapan. Kalau sudah ada titik terang akan kami konfirmasikan lagi,''ungkapnya.
Lanjut dia,pihaknya berupaya melakukan penangkapan para pelaku secepat mungkin.Apalagi,aksi pencurian dengan sasaran sekolah acap kali terjadi.''Peristiwa pencurian semacam ini,jelas membuat sekolah-sekolah yang lain waswas,''jelasnya.(dip/isd)
Kapolsek Karangjati AKP Lilik Sulastri mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengatakan,peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 02.00.Modus operandinya terbilang rapi.Pencuri masuk areal sekolah lewat pagar belakang.Mereka menggunakan tangga untuk melewati kawat berduri setinggi dua meter.Kemudian, langsung menunju ruang laboratorium komputer.
Kawanan pencuri itu lalu mencongkel paksa pintu dengan obeng.Setelah itu,mempreteli satu persatu hardware komputer,seperti CPU,monitor,dan keyboard.Kemudian, melewati jalan semula untuk keluar dari areal sekolah yang jauh dari pemukiman tersebut.
Melihat jumlah jarahan yang cukup banyak,pelaku pencurian diduga lebih dari tiga orang.Temuan itu diperkuat dengan telapak kaki di ruang komputer dan jalan setapak yang disinyalir sempat dilintasi kawanan maling.Selain itu,aksi pembobolan diduga sudah terorganisasi dan profesional.''Memang sangat rapi, hampir tidak ada bekas yang ditinggalkan kawanan pencuri,''tuturnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian dengan sasaran fasilitas belajar mengajar itu.''Memang sangat jangal,padahal di sekolah itu ada dua penjaga malam,''kata AKP Lilik Sulastri.
Sejauh ini,kata dia,petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan penyisiran di lokasi kejadian.Dua petugas jaga yang dijadikan saksi kunci,masih menjalani pemeriksaan marathon terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga masih merahasiakan identitas kedua petugas jaga tersebut.''Kami masih menggali informasi-informasi para saksi untuk mempercepat pengungkapan. Kalau sudah ada titik terang akan kami konfirmasikan lagi,''ungkapnya.
Lanjut dia,pihaknya berupaya melakukan penangkapan para pelaku secepat mungkin.Apalagi,aksi pencurian dengan sasaran sekolah acap kali terjadi.''Peristiwa pencurian semacam ini,jelas membuat sekolah-sekolah yang lain waswas,''jelasnya.(dip/isd)
from : radar madiun

0 komentar:
Posting Komentar