Pasar burung di kawasan Monumen Soerjo kian merana. Keberadaan pusat jual beli unggas kicauan itu makin sepi pengunjung. ”Tak seperti dulu, ramai dan menjadi persinggahan,” ungkap Naryono, salah seorang pedagang burung, kemarin (28/3).
Menurutnya, pengunjung sedikit meningkat pada hari libur saja. Selebihnya, nyaris kosong melompong tanpa ada transaksi jual beli sama sekali. Kalau pun ada yang mampir, didominasi para penghobi burung yang kebetulan singgah di kawasan rest area tersebut. Sedangkan komunitas penggemar burung lokal sangat minim. ”Ya orang-orang jauh semua yang beli di sini (pasar burung, Red),” terangnya.
Dikatakannya, berbagai jenis burung ditawarkan di lokasi ini, dengan harga relatif terjangkau. Dicontohkan, Murai Medan, hanya di kisaran Rp 1,5 juta. Harga burung jenis lain, lanjut dia, juga terbilang murah. ”Meski murah belum mampu menarik pembeli,” tandasnya.
Tak bergairahnya transaksi jual beli di pasar burung, kata dia, dirasakan belasan pedagang burung sejak setahun terakhir. Itu seiring fasilitas pendukung seperti taman dan wahana permainan anak yang makin tak terawat. Kondisi itu menyebabkan pengunjung enggan singgah di kawasan yang juga mempunyai nilai historis tersebut. ”Bila semua dibenahi saya yakin eksis kembali,” tuturnya.
Sementara, Johan Trianto, salah seorang pengunjung, mengaku harga burung yang ditawarkan umumnya relatif murah. Sudah empat kali ini, dirinya membeli burung berkicau di pasar burung areal Monumen Soerjo tersebut. ”Selain murah, hampir semua jenis burung berkicau dijual di sini. Makanya, saya dan rekan-rekan sering ke sini (pasar burung, Red),” terang pria asal Solo tersebut. (dip/isd)
from: jawa pos
Menurutnya, pengunjung sedikit meningkat pada hari libur saja. Selebihnya, nyaris kosong melompong tanpa ada transaksi jual beli sama sekali. Kalau pun ada yang mampir, didominasi para penghobi burung yang kebetulan singgah di kawasan rest area tersebut. Sedangkan komunitas penggemar burung lokal sangat minim. ”Ya orang-orang jauh semua yang beli di sini (pasar burung, Red),” terangnya.
Dikatakannya, berbagai jenis burung ditawarkan di lokasi ini, dengan harga relatif terjangkau. Dicontohkan, Murai Medan, hanya di kisaran Rp 1,5 juta. Harga burung jenis lain, lanjut dia, juga terbilang murah. ”Meski murah belum mampu menarik pembeli,” tandasnya.
Tak bergairahnya transaksi jual beli di pasar burung, kata dia, dirasakan belasan pedagang burung sejak setahun terakhir. Itu seiring fasilitas pendukung seperti taman dan wahana permainan anak yang makin tak terawat. Kondisi itu menyebabkan pengunjung enggan singgah di kawasan yang juga mempunyai nilai historis tersebut. ”Bila semua dibenahi saya yakin eksis kembali,” tuturnya.
Sementara, Johan Trianto, salah seorang pengunjung, mengaku harga burung yang ditawarkan umumnya relatif murah. Sudah empat kali ini, dirinya membeli burung berkicau di pasar burung areal Monumen Soerjo tersebut. ”Selain murah, hampir semua jenis burung berkicau dijual di sini. Makanya, saya dan rekan-rekan sering ke sini (pasar burung, Red),” terang pria asal Solo tersebut. (dip/isd)

0 komentar:
Posting Komentar