Minggu, 02 Mei 2010

Ngawi, Dirampok,Rp 90 Juta Amblas

NGAWI-Pulang dari mengambil uang di bank,dirampok. Nahas itu menimpa Mukiran,52,warga Jalan Teuku Umar Timur,Kelurahan Ketanggi,kemarin(28/4).Akibat kejadian tersebut,uang tunai senilai Rp 90 juta yang baru diambil dari Bank BRI Beran amblas.
Uang puluhan juta itu rencananya untuk membeli sembako yang akan dijual di toko kelontong miliknya.''Ciri fisik yang masih saya ingat,dua perampok yang berada di dalam toko itu berambut cepak dan berbadan tegap,'' terang Dewi Aryani,salah seorang pelayan toko.
Informasi yang dihimpun koran ini,peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu,Mukiran baru saja mengambil uang Rp 90 juta dari Bank BRI Beran.Uang yang ditaruh di dalam tas plastik warna hitam itu lantas disimpan di laci toko kelontong yang berada di bagian depan rumahnya.
Tak berselang lama,dua pria berambut cepak berpura-pura membeli rokok dan minuman berenergi. Sambil menyodorkan uang kertas Rp 20 ribuan,keduanya minta izin numpang beristirahat sejenak di teras depan.Namun,melihat sembako yang menumpuk di ruang belakang toko,salah seorang pelaku mencoba mengalihkan perhatian Mukiran.Yakni,dengan bertanya-tanya soal harga beras dan bekatul.
Merasa target sudah lengah,seorang pelaku yang berada di teras tiba-tiba menyerobot uang korban yang tersimpan di laci toko.Setelah itu,secepat kilat keduanya kabur ke arah barat(alun-alun,Red)dengan berboncengan sepeda motor Mega Pro.
Korban sebenarnya sudah berteriak minta tolong kepada warga sekitar.Namun,kedua pelaku sudah kabur jauh. ''Ada lima orang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tahu-tahu tiga sepeda motor langsung menghampiri setelah mengambil uang,''kata Dewi yang masih terlihat syok.
Perempuan itu mengaku pada pagi hari dirinya melihat dua pengedara sepeda motor mondar-mandir di depan toko.Sesekali berhenti di pinggir jalan sambil melihat suasana sekitar.Gerak-gerik mencurigakan itu,sempat membuatnya waswas.''Ya tidak seperti biasanya. Pokoknya aneh,''ungkapnya.
Sementara,Mukiran masih dimintai keterangan oleh petugas kepolisian terkait peristiwa perampokan di siang bolong tersebut.Selain mengumpulkan informasi melalui para saksi,petugas juga melakukan olah TKP. ''Aksi yang dilakukan sangat rapi.Mungkin melibatkan sindikat antar daerah,''tegas salah seorang petugas yang melakukan olah TKP.(dip/isd)
(mbak sri)
 

0 komentar:

 
oden ngawi © 2008