Untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana Desa 2010
NGAWI-Bantuan keuangan untuk pembangunan sarana dan prasarana desa 2010 disorot dewan.Anggaran yang dikucurkan Pemprov Jatim senilai Rp24,8miliar itu disinyalir diselewengkan.Ini setelah bantuan yang disalurkan ke pemerintahan desa itu tak sesuai dengan nominal terlampir dalam draf keputusan bupati.
''Beberapa kepala desa mengaku resah dengan kondisi ini,bantuan kok pengurangannya banyak sekali,''terang Budi Harjono,anggota komisi B DPRD Ngawi kepada koran ini,kemarin(10/6).
Budi lantas mencontohkan beberapa desa di Kecamatan Widodaren.Di Desa Widodaren misalnya,jatah yang tertera di draf Rp300juta.Realitanya,bantuan yang diterimakan hanya Rp180juta.Kucuran dana itu diperuntukkan pengaspalan jalan desa.''Dibelikan 30 tong aspal dan 100 sak semen untuk pengecoran jalan di kawasan yang sedikit terisolir,''tegasnya.
Kondisi yang sama,lanjut Budi,juga dialami Desa Banyu Biru.Pemerintahan desa hanya bisa mencairkan bantuan senilai Rp120juta.Padahal,jatah yang seharusnya diterimakan Rp190juta.''Proyeksinya sama,untuk pengaspalan jalan dan perbaikan infrastruktur jalan raya.Dana itu dibelikan aspal 60 tong,yang nantinya akan dibagi-bagi ke dalam beberapa areal,''tuturnya.
Dikatakan,pemotongan bantuan yang bersumber dari APBD I itu disinyalir terjadi hampir di seluruh desa penerima.Yakni,153 desa dari jumlah total 217 desa. Adapun dana bantuan yang diterimakan perdesa bervarisi,tergantung kebutuhan untuk melakukan pembenahan infrastruktur jalan raya.''Beberapa desa yang kami jadikan sampel saja hampir semua terjadi pemotongan.Kami juga mengkhawatirkan desa-desa penerima yang lain,''ungkapnya.
Sementara,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat(BPM) Ngawi,Arief Sujudi membantah bila ada pemotongan bantuan khusus pedesaan itu.Menurut dia,dana yang dicairkan sama persis dengan proposal yang disetujui bupati.''Ya harus diklarifikasi dulu,jangan asal menuduh,''ujarnya.
Hanya saja,kata dia,yang menaungi proses pencairan bantuan dari Pemprov Jatim itu berada di Dinas Pendapatan,Pengelolaan Keuangan dan Aset(DPPKA) setempat.Pihaknya sebatas mengusulkan dan merekomendasi proposal yang diajukan masing-masing desa.Bila sudah disetujui,BPM juga turut mengawasi proyeksi bantuan tersebut.''Yang pasti,terkait pencairan bukan bidang kami,DPPKA-lah yang menaungi perihal tersebut,''jelasnya.(dip/isd)
(mbak sri)
from: radar madiun
Jumat, 11 Juni 2010
Bantuan Pemprov Diduga Diselewengkan
Diposting oleh Oden Ngawi di 00.56 0 komentar
DISHUB GETOL AWASI IZIN TRAYEK ANGKUTAN UMUM BANYAK PELANGGARAN
NGAWI-Makin banyaknya armada angkutan umum membuat Dinas Perhubungan(Dishub)menerapkan waspada dini. Operasi pun dilakukan terhadap angkutan umum yang hendak memanfaatkan Terminal Kertonegoro untuk transit penumpang.Hasilnya,banyak diketemukan pelanggaran menyangkut izin trayek yang sudah kadaluarsa.
Kabid Lalu Lintas Dishub Ngawi Rushartono mengatakan, tingginya pelanggaran itu mengindikasikan minimnya kesadaran para pemilik armada.Padahal,izin trayek berlaku wajib untuk semua kendaraan angkutan.
''Kami sempat terheran-heran dengan banyaknya pelanggaran itu.Meski kami belum dapat mengalkulasi seluruhnya,tapi hasil pemeriksaan banyak ijin trayek yang sudah mati,''terangnya kepada koran ini,kemarin (9/6).
Untuk mencegah pelanggaran itu semakin meluas,kata dia,pihaknya akan gencar melakukan operasi rutin. Tidak hanya dipusatkan di kawasan terminal,operasi juga akan dilaksanakan di perlintasan padat lalu lintas.''Kami agendakan lima razia lagi,entah di mana nanti lokasinya.Yang terpenting,di jalur-jalur yang menjadi perlintasan angkutan luar daerah,''tuturnya.
Soal surat kelengkapan kendaraan dan para pengendara, lanjut dia,sejauh ini pelanggaran yang disebabkan dari kedua kategori itu dianggap masih wajar.Petugas operasi hanya menemukan kurang dari 10 persen dari jumlah total pelanggaran.''Itu pun sebagian pengendara lupa tidak membawanya.Lagi pula terkait surat kelengkapan kendaraan dan pengendara sudah kewenangan kepolisian,''ungkapanya.
Ditambahkan,semakin tingginya armada yang beroperasi menuntut intitusinya lebih bekerja keras.Tak hanya soal izin trayek,tapi juga penataan jalur-jalur yang dapat dilintasi atau disinggahi angkutan umum tersebut.''Pastinya juga menambah beban kerja petugas. Meskipun demikian,kami akan terus mengoptimalkan pelayanan umum,''tuturnya.(dip/isd)
(mbak sri)
Kabid Lalu Lintas Dishub Ngawi Rushartono mengatakan, tingginya pelanggaran itu mengindikasikan minimnya kesadaran para pemilik armada.Padahal,izin trayek berlaku wajib untuk semua kendaraan angkutan.
''Kami sempat terheran-heran dengan banyaknya pelanggaran itu.Meski kami belum dapat mengalkulasi seluruhnya,tapi hasil pemeriksaan banyak ijin trayek yang sudah mati,''terangnya kepada koran ini,kemarin (9/6).
Untuk mencegah pelanggaran itu semakin meluas,kata dia,pihaknya akan gencar melakukan operasi rutin. Tidak hanya dipusatkan di kawasan terminal,operasi juga akan dilaksanakan di perlintasan padat lalu lintas.''Kami agendakan lima razia lagi,entah di mana nanti lokasinya.Yang terpenting,di jalur-jalur yang menjadi perlintasan angkutan luar daerah,''tuturnya.
Soal surat kelengkapan kendaraan dan para pengendara, lanjut dia,sejauh ini pelanggaran yang disebabkan dari kedua kategori itu dianggap masih wajar.Petugas operasi hanya menemukan kurang dari 10 persen dari jumlah total pelanggaran.''Itu pun sebagian pengendara lupa tidak membawanya.Lagi pula terkait surat kelengkapan kendaraan dan pengendara sudah kewenangan kepolisian,''ungkapanya.
Ditambahkan,semakin tingginya armada yang beroperasi menuntut intitusinya lebih bekerja keras.Tak hanya soal izin trayek,tapi juga penataan jalur-jalur yang dapat dilintasi atau disinggahi angkutan umum tersebut.''Pastinya juga menambah beban kerja petugas. Meskipun demikian,kami akan terus mengoptimalkan pelayanan umum,''tuturnya.(dip/isd)
(mbak sri)
from: radar madiun
Diposting oleh Oden Ngawi di 00.55 0 komentar
Kamis, 10 Juni 2010
Truk Semen Renggut Empat Nyawa
Sedikitnya empat orang pekerja proyek perbaikan jembatan di Jalan Raya Ngawi-Bojonegoro, Jawa Timur, tewas tertabrak truk pengangkut semen, Minggu (6/6/2010) malam pukul 21.00 WIB.
Peristiwa naas yang terjadi di Jembatan Ngantru, Desa Ngawi Purba, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, itu juga mengakibatkan belasan pekerja lainnya mengalami luka-luka.
Menurut keterangan Sutaji, saksi mata, beberapa pekerja sudah memperingatkan truk nomor polisi L-8021-KP itu untuk berhenti sebelum melintas jembatan. "Namun, truk tidak bisa berhenti dan akhirnya menabrak belasan pekerja yang sedang bekerja memperbaiki jembatan," Sutaji yang juga pekerja proyek jembatan itu.
Truk yang bermuatan semen itu dikemudikan Erywant, warga Klakahrejo, Surabaya. Truk melaju dari arah Bojonegoro menuju Ngawi.
Truk naas itu tak bisa dikendalikan saat melintas jalan menurun sebelum jembatan. "Padahal, sebelum jembatan sudah terpasang rambu-rambu, jika ada pengerjaan proyek jembatan. Tapi truk tetap melaju hingga menabrak mobil dan pekerja," kata Sutadji.
Dua orang pekerja tewas seketika di tempat kejadian, satu rekannya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit, dan seorang lagi tewas setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit.
Semua korban tewas warga Kabupaten Bojonegoro. Mereka adalah, Subur, warga Kecamatan Kaliabu; Khoirul warga Kecamatan Ngrahu; Parwi; dan Tedi, keduaanya warga Kecamatan Bojonegoro.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah keempat pekerja itu masih berada di RSUD dr. Soeroto, Ngawi. Sementara belasan korban luka-luka masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Widodo, Ngawi.
Selain menabrak para pekerja proyek, truk juga menabrak dua pikup yang ada di sekitar lokasi perbaikan jembatan. Dua mobil proyek tersebut bernomor polisi D-9230-DQ dan B-8260-DQ.
Pihak Kepolisian Resor (Polres) Ngawi masih menyilidiki penyebab kecelakaan yang menewaskan empat orang pekerja proyek tersebut. "Dugaan sementara, kecelakaan disebabkan rem truk blong. Hingga kini Satlantas masih menyelidiki kejadian itu dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk sopir truk," kata Kepala Polres Nagwi, AKBP Budi Sajidin.
from: kompas
Diposting oleh Oden Ngawi di 01.58 0 komentar
Minggu, 06 Juni 2010
Ngawi-SMPN 2 Karangjati Diobok Maling,Belasan Komputer Raib
NGAWI-Komplotan pencuri menyatroni SMPN 2 Karangjati, kemarin(4/6).Maling menggasak 15 unit komputer berbagai merk.Mereka hanya menyisakan komputer lawas.
Kapolsek Karangjati AKP Lilik Sulastri mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengatakan,peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 02.00.Modus operandinya terbilang rapi.Pencuri masuk areal sekolah lewat pagar belakang.Mereka menggunakan tangga untuk melewati kawat berduri setinggi dua meter.Kemudian, langsung menunju ruang laboratorium komputer.
Kawanan pencuri itu lalu mencongkel paksa pintu dengan obeng.Setelah itu,mempreteli satu persatu hardware komputer,seperti CPU,monitor,dan keyboard.Kemudian, melewati jalan semula untuk keluar dari areal sekolah yang jauh dari pemukiman tersebut.
Melihat jumlah jarahan yang cukup banyak,pelaku pencurian diduga lebih dari tiga orang.Temuan itu diperkuat dengan telapak kaki di ruang komputer dan jalan setapak yang disinyalir sempat dilintasi kawanan maling.Selain itu,aksi pembobolan diduga sudah terorganisasi dan profesional.''Memang sangat rapi, hampir tidak ada bekas yang ditinggalkan kawanan pencuri,''tuturnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian dengan sasaran fasilitas belajar mengajar itu.''Memang sangat jangal,padahal di sekolah itu ada dua penjaga malam,''kata AKP Lilik Sulastri.
Sejauh ini,kata dia,petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan penyisiran di lokasi kejadian.Dua petugas jaga yang dijadikan saksi kunci,masih menjalani pemeriksaan marathon terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga masih merahasiakan identitas kedua petugas jaga tersebut.''Kami masih menggali informasi-informasi para saksi untuk mempercepat pengungkapan. Kalau sudah ada titik terang akan kami konfirmasikan lagi,''ungkapnya.
Lanjut dia,pihaknya berupaya melakukan penangkapan para pelaku secepat mungkin.Apalagi,aksi pencurian dengan sasaran sekolah acap kali terjadi.''Peristiwa pencurian semacam ini,jelas membuat sekolah-sekolah yang lain waswas,''jelasnya.(dip/isd)
Kapolsek Karangjati AKP Lilik Sulastri mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin mengatakan,peristiwa pencurian terjadi sekitar pukul 02.00.Modus operandinya terbilang rapi.Pencuri masuk areal sekolah lewat pagar belakang.Mereka menggunakan tangga untuk melewati kawat berduri setinggi dua meter.Kemudian, langsung menunju ruang laboratorium komputer.
Kawanan pencuri itu lalu mencongkel paksa pintu dengan obeng.Setelah itu,mempreteli satu persatu hardware komputer,seperti CPU,monitor,dan keyboard.Kemudian, melewati jalan semula untuk keluar dari areal sekolah yang jauh dari pemukiman tersebut.
Melihat jumlah jarahan yang cukup banyak,pelaku pencurian diduga lebih dari tiga orang.Temuan itu diperkuat dengan telapak kaki di ruang komputer dan jalan setapak yang disinyalir sempat dilintasi kawanan maling.Selain itu,aksi pembobolan diduga sudah terorganisasi dan profesional.''Memang sangat rapi, hampir tidak ada bekas yang ditinggalkan kawanan pencuri,''tuturnya.
Polisi juga mendalami kemungkinan keterlibatan orang dalam pada aksi pencurian dengan sasaran fasilitas belajar mengajar itu.''Memang sangat jangal,padahal di sekolah itu ada dua penjaga malam,''kata AKP Lilik Sulastri.
Sejauh ini,kata dia,petugas kepolisian masih melakukan identifikasi dan penyisiran di lokasi kejadian.Dua petugas jaga yang dijadikan saksi kunci,masih menjalani pemeriksaan marathon terkait peristiwa tersebut.
Polisi juga masih merahasiakan identitas kedua petugas jaga tersebut.''Kami masih menggali informasi-informasi para saksi untuk mempercepat pengungkapan. Kalau sudah ada titik terang akan kami konfirmasikan lagi,''ungkapnya.
Lanjut dia,pihaknya berupaya melakukan penangkapan para pelaku secepat mungkin.Apalagi,aksi pencurian dengan sasaran sekolah acap kali terjadi.''Peristiwa pencurian semacam ini,jelas membuat sekolah-sekolah yang lain waswas,''jelasnya.(dip/isd)
from : radar madiun
Diposting oleh Oden Ngawi di 21.07 0 komentar
Langganan:
Komentar (Atom)
