Rabu, 26 Mei 2010

Ngawi-Dua Pelajar Dihajar Massa

Usai Menjambret Tas,Sudah Beraksi di 13 TKP
NGAWI-Aksi penjambretan kembali terjadi.Kali ini pelakunya AT dan WD.Nahas,belum sempat menikmati barang hasil jarahannya,pelajar kelas XI salah satu SMK di Ngawi itu keburu ditangkap warga.Bahkan,mereka sempat dihajar massa,dan sepeda motornya nyaris dibakar,sebelum akhirnya dapat diamankan aparat kepolisian.
Informasi yang dihimpun koran ini,peristiwa penangkapan dua penjambret itu terjadi sekitar pukul 19.30.Saat itu,AT dan WD yang mengendarai sepeda motor Jupiter membuntuti Lilik,20,warga Jalan MT Haryono, yang sedang melaju pelan dengan kendaraan roda dua miliknya.
Kemudian,secepat kilat AT menyambar tas Lilik yang berisi handphone dan uang tunai puluhan ribu.Setelah mendapatkan barang jarahannya itu,keduanya langsung kabur.
Mengetahui tas miliknya berpindah tangan,korban berteriak minta tolong.Warga yang berada di lokasi kejadian yang mendengar teriakan Lilik lantas ramai-ramai mengejar pelaku.Duo pelajar penjambret itu akhirnya tertangkap warga di kawasan ring road barat. Di lokasi tersebut,keduanya sempat dihakimi massa hingga babak belur.Bahkan,motor pelaku dirusak dan nyaris dibakar,sebelum akhirnya diamankan polisi.
Di hadapan petugas,tersangka mengaku hasil penjambretan rencananya untuk membeli pelek sepeda motor.Dan,sisanya untuk foya-foya.Hasil pemeriksaan secara maraton,keduanya telah beraksi di 13 TKP.
Sasaran aksi komplotan penjambret ingusan itu, kalangan ibu-ibu yang mengendarai sepeda motor.''Saya hanya disuruh menjoki saja,AT yang merencanakan penjambretan,''ungkap WD.
Dari tangan tersangka,polisi menyita handphone merek Nokia dan uang tunai sebesar Rp81.500.Petugas terus melakukan pemeriksaan terhadap kedua pelaku. Disinyalir,duo jambret itu tak hanya beraksi di kawasan Ngawi saja.Melainkan beberapa daerah lain seperti Madiun dan Magetan.
''Yang sudah diakui tersangka di 13 TKP.Semuanya di dalam kota Ngawi.Kami menenggarai keduanya juga terlibat penjambretan diluar daerah,''terang Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin melalui Kasat Reskrim AKP Sujarwanto.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,mereka kini mendekam di tahanan mapolres.Kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian,dengan ancaman hukuman mencapai tujuh tahun penjara.''Untuk para pengendara jangan membawa barang perhiasan yang terlalu mencolok,itu malah akan membahayakan keselamatan,''imbau Sujarwanto.(dip/isd)
(mbak sri)

Sabtu, 22 Mei 2010

NGAWI-TEKAN KEJAHATAN JALANAN,POLISI GELAR RAZIA BESAR-BESARAN

NGAWI-Kejahatan jalanan atau street crime yang disinyalir kambuh lagi akhir-akhir ini,membuat jajaran kepolisian meningkatkan kewaspadaan dini.Rabu malam (19/5),razia besar-besaran digelar di Jalan PB Sudirman.Hampir seluruh personil Polres Ngawi dilibatkan dalam operasi itu.
Razia dimulai sekitar pukul 21.00.Petugas memberhentikan semua kendaraan,baik roda dua maupun roda empat yang melintas dari arah timur dan barat. Petugas tak hanya memeriksa kelengkapan surat kendaraan.Tapi juga menggeledah isi kendaraan dan barang-barang yang ada.Dan,yang dianggap mencurigakan langsung diperiksa.
Dalam razia itu,tampak pula puluhan petugas bersenjata lengkap.Mereka ditempatkan radius 10 meter dari lokasi operasi.Dan,tak jarang juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan berplat luar daerah.''Operasi simpatik akan terus kami gelar untuk mengondusifkan kawasan Ngawi dan sekitarnya,''tegas Kasat Lantas AKP Prayoga Angga mendampingi Kapolres Ngawi AKBP Budi Sajidin.
Dikatakan,operasi kali ini tidak hanya mengantisipasi tindak kriminalitas di kawasan Ngawi.Tapi juga membatasi ruang gerak komplotan perampokan yang beraksi di Lamongan.Di mana,enam perampok berhasil mengasak tiga kilogram emas milik warga.Tiga di antaranya tewas diterjang timah panas.Sedangkan sisanya masih buron.''Mengantisipasi masuknya pelaku perampokan yang beraksi di luar daerah,'' terangnya.
Namun,dalam operasi kali ini tak ditemukan kendaraan dan barang-barang yang disinyalir untuk aksi kejahatan.Meskipun demikian,razia serupa akan terus digalakkan.Khususnya,di kawasaan perbatasan.''Ya seperti Mantingan,Karangjati dan Geneng,''jelasnya. (dip/isd)
(mbak sri)

Kamis, 20 Mei 2010

PENATAAN ALUN-ALUN MULAI DIGARAP

'FACE OFF'
NGAWI-Alun-alun Merdeka Ngawi segera berganti wajah. 'Face off'besar-besaran itu kini mulai memasuki tahap pengerjaan.Rencananya,mega proyek penataan ulang pusat keramaian akan berlangsung hingga 2011 mendatang.Tak tanggung-tanggung,alokasi anggaran APBN yang dikucurkan mencapai Rp2miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum(DPU)Ngawi Bambang Hariyono mengatakan,tahap awal yang sekarang dikerjakan dititik beratkan pada sektor alun-alun timur.Di lokasi itu nantinya akan dibangun play ground dan taman untuk lokasi keluarga dan para remaja bersantai.''Saat ini kan anggaran yang sudah cair baru Rp750juta.Anggaran itu akan kami maksimalkan dulu untuk penataan alun-alun timur,''terangnya.
Tahap awal itu,kata dia,hanya butuh waktu tiga bulan. Setelah itu,pengerjaan dialihkan ke sektor tengah dan barat alun-alun.Hanya saja,fokus utama penataan berada di jalur tengah,yang nantinya sebagai lokasi mangkal para pedagang kaki lima(PKL).
Menurut dia,di lokasi yang dikenal dengan Jalan Merdeka itu nantinya akan dibangun lapak semi permanen bagi para PKL.Untuk mendukung kebersihan dan ketertiban,PKL hanya boleh menjajakan dagangan pada sore dan malam hari.''Jadi,siang harus bersih dari PKL.Itu semua sudah kami rancang pengelolaannya,'' ungkapnya.
Lanjut dia,dengan wajah baru,alun-alun diharapkan akan menjadi ikon kota Ngawi.Dan,menjadi magnet masyarakat untuk singgah di pusat keramaian tersebut.''Tentu akan kami manfaatkan semaksimal mungkin keberadaan alun-alun.Tidak hanya untuk para PKL yang mangkal, tapi jujukan warga untuk menghabiskan waktu istirahatnya,''pungkasnya.(dip/isd)

from : radar madiun

Kamis, 06 Mei 2010

Berdalih Minim Anggaran,Sosialisasi KPU ASAL-ASALAN

NGAWI-Bisa jadi perhelatan pilkada tak berjalan sukses.Ini seiring minimnya sosialisasi yang dijalankan KPU Kabupaten.Komisi penyelenggara pemilu itu,praktis tak ada gebrakan untuk mengenalkan tahapan pelaksanaan pesta demokrasi lokal itu kepada calon-calon pemilih.KPU terkesan mengandalkan pasangan peserta pilkada untuk mengguggah antusiasime masyarakat akan hajatan pesta rakyat tersebut.
Alasan yang diutarakan menarik.Jatah anggaran untuk sosialisasi terbilang minim.KPU hanya menganggarkan kurang dari 100 juta.''Pokoknya nggak sampai Rp100 juta.Hanya saja totalnya berapa kami belum melakukan kros cek,''terang Azis W Nugroho divisi humas dan sosialisasi KPU Kabupaten saat dikonfirmasi koran ini.
Anggaran itu,kata dia,diwujudkan dalam bentuk baliho dan banner.Selanjutnya dipasang di kawasan strategis dan instansi-instansi pemerintahan.Untuk lingkup pedesaan sendiri hanya bertumpu pada banner yang telah di desain khusus.''Sudah kami realisasikan,baliho-baliho yang terpasang itu buktinya,''ungkapnya.
Meskipun terbilang minim,sosialisasi yang dilakukan KPU dianggap sudah maksimal.Adanya baliho dan banner itu secara tidak langsung dapat memberi wawasan kepada masyarakat.Khususnya mereka yang mempunyai hak pilih. Itu kenapa KPU tidak merasa khawatir akan sosialisasi yang dijalankannya tersebut.''Tentu kami akan semaksimal mungkin melakukan sosialisasi kepada masyarakat,''tegasnya.
Statemen berbeda justru pernah dilontarkan Surat Azhari,divisi anggaran KPU Kabupaten.Anggaran yang tertera di laporan pertanggungjawaban(LPJ)mencapai Rp 165 juta.Anggaran itu murni untuk agenda sosialisasi atau pengenalan pilkada kepada masyarakat.''Untuk sosialisasi tercantum sekitar Rp165juta,''tandasnya.
Lanjut dia,pengadaan barang dan jasa menyedot anggaran terbesar.Totalnya separuh anggaran yang dimiliki KPU. Yakni,mencapai Rp5miliar lebih.Untuk anggaran KPU sendiri untuk pelaksanaan pilkada satu kali putaran menembus Rp10,1miliar.''Bermacam-macam bentuknya, untuk surat suara,tinta dan logistik lainnya,''jelasnya.(dip/eba) 

from : radar madiun

Minggu, 02 Mei 2010

Ngawi, Dirampok,Rp 90 Juta Amblas

NGAWI-Pulang dari mengambil uang di bank,dirampok. Nahas itu menimpa Mukiran,52,warga Jalan Teuku Umar Timur,Kelurahan Ketanggi,kemarin(28/4).Akibat kejadian tersebut,uang tunai senilai Rp 90 juta yang baru diambil dari Bank BRI Beran amblas.
Uang puluhan juta itu rencananya untuk membeli sembako yang akan dijual di toko kelontong miliknya.''Ciri fisik yang masih saya ingat,dua perampok yang berada di dalam toko itu berambut cepak dan berbadan tegap,'' terang Dewi Aryani,salah seorang pelayan toko.
Informasi yang dihimpun koran ini,peristiwa yang menggemparkan warga itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu,Mukiran baru saja mengambil uang Rp 90 juta dari Bank BRI Beran.Uang yang ditaruh di dalam tas plastik warna hitam itu lantas disimpan di laci toko kelontong yang berada di bagian depan rumahnya.
Tak berselang lama,dua pria berambut cepak berpura-pura membeli rokok dan minuman berenergi. Sambil menyodorkan uang kertas Rp 20 ribuan,keduanya minta izin numpang beristirahat sejenak di teras depan.Namun,melihat sembako yang menumpuk di ruang belakang toko,salah seorang pelaku mencoba mengalihkan perhatian Mukiran.Yakni,dengan bertanya-tanya soal harga beras dan bekatul.
Merasa target sudah lengah,seorang pelaku yang berada di teras tiba-tiba menyerobot uang korban yang tersimpan di laci toko.Setelah itu,secepat kilat keduanya kabur ke arah barat(alun-alun,Red)dengan berboncengan sepeda motor Mega Pro.
Korban sebenarnya sudah berteriak minta tolong kepada warga sekitar.Namun,kedua pelaku sudah kabur jauh. ''Ada lima orang dengan menggunakan tiga sepeda motor. Tahu-tahu tiga sepeda motor langsung menghampiri setelah mengambil uang,''kata Dewi yang masih terlihat syok.
Perempuan itu mengaku pada pagi hari dirinya melihat dua pengedara sepeda motor mondar-mandir di depan toko.Sesekali berhenti di pinggir jalan sambil melihat suasana sekitar.Gerak-gerik mencurigakan itu,sempat membuatnya waswas.''Ya tidak seperti biasanya. Pokoknya aneh,''ungkapnya.
Sementara,Mukiran masih dimintai keterangan oleh petugas kepolisian terkait peristiwa perampokan di siang bolong tersebut.Selain mengumpulkan informasi melalui para saksi,petugas juga melakukan olah TKP. ''Aksi yang dilakukan sangat rapi.Mungkin melibatkan sindikat antar daerah,''tegas salah seorang petugas yang melakukan olah TKP.(dip/isd)
(mbak sri)
 

 
oden ngawi © 2008